Pertemuan pertamaku dengan dia begitu mengesankan. Tak ada sedikitpun keraguanku terhadapnya. Tapi setelah beberapa hari aku melihat dan bercakap-cakap dengannya, Q mulai ragu terhadapnya. Aku merasa takut terhadapnya, caranya bicara dan tingkah lakunya mengingatkan aku pada masa laluku. Gaya bicara kembali menggoreskan luka lama yang sebenarnya sudah tertutup dan mungkin takkan tergores kembali.
Kehadirannya begitu membuat aku tidak nyaman dan serba salah. Aku mulai bingung dengan sikapku sendiri, bagaimana mungkin aku membenci orang yang tidak mempunyai salah padaku, bagaimana mungkin aku membenci orang yang baru aku kenal padahal orang tersebut begitu baik. Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa ngerasa nyaman dengan keadaan ini....????
Sikapku begitu membuat dia bingung terhadapku dan seakan-akan dia telah mengekang langkahku, padahal sebenarnya aku tidak merasa seperti itu. Begitu sulit aku menerima keadaan ini sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan keadaanku yang seperti ini. Sekarang aku bingung apa yang harus aku lakukan agar aku bisa membuat orang yang berada didekatku merasa nyaman dengan keadaanku saat ini.
Mungkinkah ini yang di namakan trauma....????
Mungkinkah Q belum siap to mencoba kembali....????
Atau mungkinkah Q benar2 takut untuk mencobanya kembali....????
Semoga ini bukan rasa takut yang berlebihan....
Semoga aku dapat melawan rasa takutku ini.....
Dan Semoga Q siap dengan semua keputusan ku ini....
Mungkinkah aku mampu membuat orang-orang disekitarku merasa nyaman
Mungkinkah aku siap dengan pertemuan-pertemuan ku selanjutnya
Dan atau mungkinkah aku akan selalu seperti ini...
Kehadirannya begitu membuat aku tidak nyaman dan serba salah. Aku mulai bingung dengan sikapku sendiri, bagaimana mungkin aku membenci orang yang tidak mempunyai salah padaku, bagaimana mungkin aku membenci orang yang baru aku kenal padahal orang tersebut begitu baik. Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa ngerasa nyaman dengan keadaan ini....????
Sikapku begitu membuat dia bingung terhadapku dan seakan-akan dia telah mengekang langkahku, padahal sebenarnya aku tidak merasa seperti itu. Begitu sulit aku menerima keadaan ini sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan keadaanku yang seperti ini. Sekarang aku bingung apa yang harus aku lakukan agar aku bisa membuat orang yang berada didekatku merasa nyaman dengan keadaanku saat ini.
Mungkinkah ini yang di namakan trauma....????
Mungkinkah Q belum siap to mencoba kembali....????
Atau mungkinkah Q benar2 takut untuk mencobanya kembali....????
Semoga ini bukan rasa takut yang berlebihan....
Semoga aku dapat melawan rasa takutku ini.....
Dan Semoga Q siap dengan semua keputusan ku ini....
Mungkinkah aku mampu membuat orang-orang disekitarku merasa nyaman
Mungkinkah aku siap dengan pertemuan-pertemuan ku selanjutnya
Dan atau mungkinkah aku akan selalu seperti ini...